Digital Management & Business

Digital Finance, Digital Business, Fintech, Blockchain, Research Method&Tools

1. Digital Finance

Keuangan digital merupakan gagasan bahwa individu dan perusahaan dapat memiliki akses terhadap produk pembayaran, tabungan, dan kredit tanpa pernah masuk ke cabang bank. Hal ini dimungkinkan melalui digitalisasi, yang pada dasarnya dapat mengubah smartphone menjadi dompet, buku cek, cabang bank, dan buku besar akuntansi, semuanya jadi satu.

Penelitian menunjukkan bahwa keuangan digital memungkinkan 1,6 miliar orang di negara berkembang dapat mengakses rekening keuangan, pinjaman, dan kebutuhan keuangan lainnya, juga menurunkan biaya dan meningkatkan kenyamanan untuk 2,4 miliar orang yang telah memiliki rekening bank. Banyak pelanggan baru termasuk dalam 40% orang termiskin di dunia, dan lebih dari setengahnya adalah wanita. Saldo yang diakumulasikan oleh pelanggan baru ini kemudian dapat dipinjamkan untuk pinjaman baru sebesar $ 2,1 triliun bagi perorangan dan usaha mikro, kecil dan menengah.

 

http://fortune.com/2016/10/24/digital-finance-emerging-economies/

 

2. Digital Business

Kesuksesan Bisnis Digital Bergantung pada Infrastruktur Peradaban

Infrastruktur dari peradaban menciptakan kapasitas mendasar bagi bisnis digital untuk beroperasi pada sebuah skala dan menetapkan peraturan tentang bagaimana segala sesuatu bekerja, bukan hanya bisnisnya tapi masyarakat secara keseluruhan. Ada bagian yang harus membantu perusahaan membangun bagian dari infrastruktur dan merancang strategi bisnis berdasarkan dominasi beberapa bagiannya. Perusahaan industri tidak bisa mengabaikan jalur kereta api dan air ketika mereka membangun pabrik. Demikian juga, perusahaan tidak dapat mengabaikan infrastruktur peradaban saat mereka membangun bisnis digital.

http://www.gartner.com/technology/research/digital-business/

 

3. Fintech

Teknologi Keuangan yang lebih dikenal dengan istilah 'fintech', menggambarkan bisnis yang bertujuan untuk menyediakan layanan keuangan dengan memanfaatkan perangkat lunak dan teknologi modern.

Saat ini, perusahaan fintech bersaing langsung dengan bank di sebagian besar wilayah sektor keuangan untuk menjual layanan keuangan dan solusi kepada pelanggan. Karena alasan peraturan dan struktur internalnya, sebagian besar bank masih berjuang untuk mengikuti pemula dalam hal kecepatan inovasi. Fintech telah menyadari sejak awal bahwa layanan keuangan dari semua jenis, termasuk transfer uang, pinjaman, investasi, pembayaran, dan lainnya perlu diintegrasikan secara lancar dalam kehidupan para pelanggan teknologi canggih dan tetap relevan dalam dunia tempat bisnis dan kehidupan pribadi menjadi semakin digital.

 

https://fintechweekly.com/fintech-definition

 

4. Blockchain

Blockchain merupakan teknologi di pusat vital bitcoin dan mata uang virtual lainnya, jadi blockchain adalah buku besar yang terdistribusi dan terbuka yang dapat merekam transaksi antara dua pihak secara efisien dengan cara yang dapat diverifikasi dan permanen. Buku besar itu sendiri juga bisa diprogram untuk memicu transaksi secara otomatis. Dengan blockchain, orang dapat membayangkan sebuah dunia tempat kontrak tertanam dalam kode digital dan disimpan dalam basis data yang transparan dan terpisah, sehingga data terlindungi dari penghapusan, gangguan, dan revisi. Di dunia ini setiap kesepakatan, proses, tugas, dan pembayaran akan memiliki rekaman dan tanda tangan digital yang dapat diidentifikasi, divalidasi, disimpan, dan dibagi. Perantara seperti pengacara, pialang, dan bankir mungkin tidak lagi diperlukan. Individu, organisasi, mesin, dan algoritma akan bebas bertransaksi dan berinteraksi satu sama lain dengan sedikit gesekan. Hal ini adalah potensi blockchain yang sangat besar.

https://hbr.org/2017/01/the-truth-about-blockchain

 

5. Research Method and Tools

Apa pun yang menjadi sarana pengumpulan informasi untuk penelitian disebut alat atau instrumen penelitian. Misalnya: formulir observasi, jadwal wawancara, kuesioner, dan panduan wawancara.

Membangun alat penelitian merupakan langkah praktis pertama dalam melakukan proses penelitian. Peneliti perlu memutuskan cara mengumpulkan data maka peneliti harus membuat instrumen penelitiannya.

Jika peneliti berencana mengumpulkan data khusus untuk penelitiannya, maka harus mengembangkan instrumen penelitian atau memilih yang telah dikembangkan.

Jika peneliti menggunakan data sekunder (informasi yang sudah dikumpulkan untuk tujuan lain), harus mengembangkan formulir untuk mengekstrak data yang dibutuhkan.

Uji coba lapangan alat penelitian merupakan bagian yang penting. Tapi sebagai aturan, pengujian lapangan tidak boleh dilakukan pada sampel penelitian tetapi pada populasi yang sama.

http://www.civilengineeringterms.com/research-methodology/definition-research-tool-forms/